KaliberNews.id.Bogor – Konstelasi menjelang Musyawarah Kabupaten (MUKAB) KADIN Kabupaten Bogor mulai menghangat. Dr. Ir. Sulhajji Jompa, M.Sc. resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor di Graha KADIN Kabupaten Bogor, Rabu (12/8/2026).
Langkah tersebut tidak dilakukan seorang diri. Sulhajji Jompa datang dengan dukungan jejaring 28 asosiasi dan organisasi dunia usaha yang bergerak di berbagai sektor.
Dukungan itu berasal dari pelaku usaha bidang konstruksi, perdagangan, pariwisata, UMKM, teknologi informasi, perempuan pengusaha hingga sektor jasa dan usaha lainnya.
Sejumlah organisasi yang tercatat dalam jejaring dukungan tersebut di antaranya ASKINDO, ASKONAS, APERTANAS, PERKOPINDO, ASPEKNAS, ASPEKINDO, SBU JAKON, HIPSINDO, AKSI, ASITA, PHRI, IWAPI, APSAI, Asosiasi Pengusaha Limbah Kabupaten Bogor, HILSI, APTIKNAS, APKOMINDO, Akbarindo, Trangi 9 serta Asosiasi Ecowisata, Vila dan Resort Kabupaten Bogor.
Kehadiran berbagai asosiasi tersebut memperlihatkan bahwa perebutan kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor mulai memasuki fase konsolidasi dukungan.
Sulhajji mengusung gagasan “Bersatu dalam Sinergi, Bertumbuh dalam Kolaborasi”. Ia menyatakan pencalonannya diarahkan untuk menjadikan KADIN sebagai wadah bersama yang mampu mempertemukan kepentingan berbagai sektor usaha.
“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari seluruh teman-teman asosiasi. Ini merupakan amanah yang besar. Dukungan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi merupakan dukungan terhadap gagasan untuk membangun KADIN Kabupaten Bogor yang lebih solid, profesional, inovatif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha,” ujar Sulhajji.
Menurutnya, KADIN tidak cukup hanya menjalankan fungsi organisasi secara administratif. Organisasi tersebut harus mampu memainkan peran strategis sebagai penghubung antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia menilai penguatan komunikasi lintas sektor diperlukan untuk membuka ruang investasi, memperluas peluang usaha, meningkatkan daya saing pengusaha lokal serta memperkuat posisi UMKM di Kabupaten Bogor.
Bukan Sekadar Perebutan Kursi
Sulhajji menegaskan, pencalonannya tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan posisi Ketua KADIN. Ia menyebut kontestasi MUKAB harus menjadi momentum memperkuat organisasi dan memperluas manfaat bagi anggota.
“Kita tidak ingin KADIN hanya menjadi organisasi formal. KADIN harus hadir, bekerja dan memberikan manfaat. Kita ingin membangun komunikasi, membuka peluang kolaborasi dan memastikan suara dunia usaha dapat tersampaikan dengan baik,” tegasnya.
Dukungan 28 asosiasi tersebut sekaligus menjadi modal politik organisasi bagi Sulhajji untuk menghadapi tahapan MUKAB KADIN Kabupaten Bogor.
Namun, dukungan yang mengalir tetap akan diuji dalam mekanisme organisasi dan aturan yang berlaku. Karena itu, pengambilan formulir belum menjadi akhir dari proses, melainkan pintu masuk menuju tahapan kontestasi yang sesungguhnya.
Dengan dinamika tersebut, persaingan menuju kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor diperkirakan semakin menarik. Kini, perhatian tidak hanya tertuju pada siapa yang memperoleh dukungan, tetapi juga pada gagasan, program dan kemampuan setiap kandidat dalam menyatukan kepentingan dunia usaha Kabupaten Bogor.
Sulhajji berharap dukungan lintas asosiasi tersebut dapat menjadi energi untuk membangun KADIN yang lebih terbuka, profesional, inovatif dan mampu memperjuangkan kepentingan dunia usaha secara nyata.(Ren/DM)






