ANIVERSARI 6th kepemimpinan bapa waris.ormas Gibas kab tasikmalaya

ANIVERSARI 6th kepemimpinan bapa waris.ormas Gibas kab tasikmalaya

KALIBERNEWS ID., TASIKMALAYA –minggu 16/8 2026 Momentum enam tahun kepemimpinan Waris sebagai Ketua GIBAS Kabupaten Tasikmalaya dirayakan melalui festival dan lomba burung berkicau yang digelar di DJ Arena, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya,

Kegiatan yang mengusung tajuk “Anniversary Ketua GIBAS Kab. Tasikmalaya feat SMS DJ Arena” tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga besar GIBAS, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengangkat potensi kicau mania di Kabupaten Tasikmalaya.

Waris mengatakan, selama ini organisasi kemasyarakatan (ormas) terkadang masih dipandang negatif oleh sebagian masyarakat. Karena itu, pihaknya berupaya menunjukkan bahwa keberadaan ormas dapat memberikan manfaat dan bersinergi secara positif dengan masyarakat.

“Ormas kadang-kadang dipandang buruk oleh masyarakat. Kami hanya ingin merangkul masyarakat agar tidak berpandangan buruk terhadap ormas,” ujar Waris.

Antusiasme peserta dalam festival tersebut cukup tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga datang dari berbagai daerah, di antaranya Garut, Bandung hingga wilayah lainnya.

Menurut Waris, tingginya antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa dunia kicau mania memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kabupaten Tasikmalaya.

“Kicau mania di Tasikmalaya ini sangat luar biasa. Kita ingin membuktikan bahwa kicau mania, terutama burung dari Tasik, bisa menjadi maskot nasional. Jangan hanya Jawa Timur atau Bandung, Tasikmalaya juga harus bisa menjadi maskot,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pihak penyelenggara juga menyediakan berbagai hadiah bagi para peserta. Waris menyebut terdapat enam unit sepeda motor yang disiapkan, terdiri dari empat motor baru dan dua motor bekas.

Ia mengapresiasi kerja sama antara GIBAS dengan DJ Arena sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar tanpa adanya gangguan.

“Alhamdulillah, dari awal sampai akhir tidak ada gangguan apapun. Mudah-mudahan ke depan kita bisa menjadi lebih baik dan pandangan masyarakat terhadap kita selalu positif, jangan negatif terus terhadap ormas,” tuturnya.

Waris juga menegaskan bahwa GIBAS ingin menghapus stigma bahwa keberadaan ormas identik dengan praktik premanisme, anak jalanan maupun kepentingan proyek.

“Ormas bukan hanya bisa membackup proyek atau menjadi preman. Bukan itu. Kami ingin menunjukkan bahwa ormas juga bisa hadir di tengah masyarakat dengan kegiatan yang positif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Waris mengungkapkan kegiatan tersebut dapat terlaksana melalui kerja sama dengan DJ Arena tanpa meminta bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu, ia menyoroti keberadaan komunitas kicau mania yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Waris berharap keberadaan dan peran KORMI di Kabupaten Tasikmalaya dapat lebih dikenal masyarakat, termasuk dalam mendukung perkembangan olahraga masyarakat seperti kicau mania.

“Saya minta teman-teman pers juga bisa mencari tahu KORMI dan anggarannya berapa, untuk apa saja. Karena di Tasikmalaya ini peminat kicau mania sangat banyak dan antusiasmenya luar biasa,” ujarnya.

Waris menambahkan, GIBAS juga berencana mengembangkan kegiatan serupa di wilayah Utara. Salah satunya dengan membuka gantangan burung berkicau di Kecamatan Ciawi yang nantinya menjadi salah satu anak cabang dari DJ Arena.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas ruang silaturahmi masyarakat, komunitas kicau mania dan organisasi kemasyarakatan, sekaligus memperkuat citra positif ormas melalui kegiatan yang kreatif, produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
(𝙀𝙙𝙚𝙣𝙜)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *