Dituduh Sebar Foto Tak Senonoh, Keluarga Siswa SMPN 2 Rawamerta Diduga Jadi Korban Intimidasi Oknum dan Dimintai Uang Damai

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

​KARAWANG, KALIBERNEWS.ID – Kasus dugaan intimidasi dan pemerasan menimpa keluarga Carman, warga Rawamerta, Karawang. Peristiwa ini bermula ketika Carman menerima panggilan telepon dari seorang guru SMPN 2 Rawamerta berinisial JJ, yang mengabarkan bahwa putranya, Hs diduga telah menyebarkan foto tidak senonoh melalui media sosial.

​Guna mengklarifikasi kabar tersebut, Carman mendatangi pihak sekolah dan menemui seorang saksi berinisial JJ. Dari keterangan JJ dan salah satu staf pengajar di SMPN 2 Rawamerta, terungkap fakta sebenarnya bahwa Hs bukanlah yang menyebarkan foto tersebut,Dan yang sebenarnya menyebarkan foto itu kepada seorang teman nya secara pribadi itu adalah (Gta).dan kemudian diduga menyebarkannya ke ruang publik. Atas petunjuk pihak sekolah, Carman disarankan untuk menemui keluarga korban guna menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara kekeluargaan.

​Namun, iktikad baik Carman justru berujung pada dugaan tindakan intimidasi. Saat mendatangi rumah keluarga korban untuk bermusyawarah, Carman dan anaknya tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan duduk perkara. Dan anehnya di lokasi tersebut, sudah berada seorang oknum guru berinisial YN beserta adiknya, YT (yang juga dikenal dengan nama Krisna). Carman mengaku mendapat perlakuan kasar dan diduga dibentak oleh oknum guru YN.

​Kondisi semakin menekan ketika YT diduga meminta uang damai dengan angka awal yang fantastis, yakni sebesar Rp15 juta. Setelah melalui tekanan, nominal tersebut akhirnya disepakati menjadi Rp5 juta. Tidak berhenti di situ, YT diduga melancarkan intervensi berkala melalui pesan singkat WhatsApp dan mengaku-ngaku sebagai anggota kepolisian dari Polsek Rawamerta. YT bahkan diduga juga mengancam akan menangkap anak Carman jika tuntutannya tidak dipenuhi, hingga membuat pihak keluarga berada dalam ketakutan hebat.

​Merasa curiga dan tertekan, perwakilan keluarga Carman, Adang Johan, mengambil langkah tegas dengan mengonfirmasi identitas YT kepada anggota Polsek Rawamerta, Aiptu Sambas. Hasil konfirmasi resmi menyatakan bahwa nama YT alias Krisna bukan merupakan anggota kepolisian yang terdaftar di jajaran Polsek Rawamerta.

​Atas kejadian ini, pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera mengambil tindakan tegas. Langkah hukum dinilai sangat krusial untuk menindak dugaan pemerasan, penipuan, serta pengikisan marwah institusi kepolisian akibat pencatutan nama baik oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *