Warga Desa Muara Jaya Sampaikan Aspirasi soal Ketenagakerjaan, Pengeboran dan Akses Jalan, Pihak PT JSMU Tegaskan Siap Ikuti Aturan Desa

BOGOR, KALIBERNEWS.ID – Sejumlah warga Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan terkait aktivitas perusahaan yang berada di wilayah tersebut. Penyampaian aspirasi berlangsung di Kantor Desa Muara Jaya dan diikuti oleh sejumlah unsur masyarakat.

Dalam penyampaiannya, warga menyoroti beberapa persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sekitar, di antaranya mengenai kesempatan kerja bagi warga lokal, aktivitas pengeboran, penggunaan dan akses jalan lingkungan, pemagaran, hingga pola komunikasi antara pihak perusahaan dengan masyarakat serta Pemerintah Desa Muara Jaya.

Warga berharap keberadaan perusahaan di wilayah Desa Muara Jaya dapat berjalan berdampingan dengan masyarakat dengan tetap memperhatikan kearifan lokal, aturan desa, serta kepentingan warga sekitar.
Ketua RW 04, Erik, mengatakan masyarakat sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan aspirasi agar warga setempat mendapatkan perhatian, terutama dalam hal kesempatan kerja.
“Dulu BI selalu memprioritaskan warga setempat. Kami meminta agar warga Muara Jaya juga diperhatikan, terutama soal ketenagakerjaan,” ujar Erik.

Selain persoalan tenaga kerja, warga juga mempertanyakan aktivitas pengeboran yang berada di sekitar lingkungan mereka. Erik menyebut terdapat sekitar empat titik sumur bor yang menurut warga belum didahului komunikasi atau pemberitahuan yang memadai kepada masyarakat.

Namun demikian, informasi mengenai jumlah titik pengeboran tersebut merupakan keterangan dari warga dan masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk mengenai status perizinan, teknis kegiatan, serta mekanisme komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah desa.

Persoalan Akses Jalan
Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah akses jalan yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Warga berharap kegiatan perusahaan tidak mengganggu akses masyarakat, termasuk anak-anak yang hendak menuju tempat pengajian.

“Anak-anak mau mengaji saja kadang susah lewat karena akses jalan. Jangan sampai masyarakat merasa tidak dihargai di wilayahnya sendiri,” kata Erik.

Warga meminta setiap aktivitas yang menggunakan atau berdekatan dengan akses masyarakat terlebih dahulu memperhatikan kondisi lingkungan dan mobilitas warga.

Selain itu, persoalan ketenagakerjaan juga menjadi sorotan. Sejumlah warga menyampaikan adanya tenaga kerja dari luar Desa Muara Jaya. Salah seorang warga bahkan menyebut sekitar 70 persen tenaga kerja yang mereka soroti berasal dari luar desa.

Kendati demikian, angka tersebut merupakan klaim warga yang belum diverifikasi secara independen. Karena itu, diperlukan data resmi mengenai komposisi tenaga kerja untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

Warga Minta Aturan Desa Dihormati
Warga Kampung Nyenang, RT 04, Dedi, meminta pihak perusahaan lebih memperhatikan etika bermasyarakat dalam menjalankan kegiatan di lingkungan Desa Muara Jaya.
Menurut Dedi, sejumlah hal seperti pemagaran, penggunaan tenaga kerja, aktivitas operasional, serta kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap masyarakat sebaiknya dikoordinasikan terlebih dahulu.
“Pihak BI harus punya adab, mulai dari pemagaran, tenaga kerja, maupun kegiatan lainnya. Kalau ada kegiatan, harus melihat waktu dan menghargai masyarakat. Jangan sampai menimbulkan kebisingan,” ujar Dedi.

Dedi juga meminta apabila terdapat aturan yang telah dituangkan dalam Peraturan Desa (Perdes), maka seluruh pihak yang melakukan aktivitas di wilayah desa harus menghormati dan menjalankannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang sudah tertuang dalam Perdes, tolong dihargai dan dijalankan sesuai regulasi. Jangan hanya ada komitmen ketika pertemuan, tetapi pelaksanaannya juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Menurut warga, persoalan tersebut bukan berarti masyarakat menolak keberadaan perusahaan. Warga lebih menekankan pentingnya hubungan yang baik antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat agar aktivitas perusahaan dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.

Warga berharap keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang kerja bagi warga lokal serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan Pemerintah Desa Muara Jaya dan unsur masyarakat.
Sejumlah warga juga mengingatkan agar persoalan yang berkembang dapat segera diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah sehingga tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

“Kearifan lokal harus dihargai. Kalau warga terus merasa tidak dihargai, jangan sampai masyarakat mengambil sikap untuk menolak keberadaan BI di Desa Muara Jaya,” ujar salah seorang warga.

Pihak PT BKS  Siap Ikuti Aturan Desa
Sementara itu, Agus jabatan  RM dari PT BKS  sebagai konsultan, menyampaikan bahwa pihak perusahaan telah berupaya menyesuaikan perekrutan tenaga kerja dengan memperhatikan masyarakat setempat.

“Kita sudah menyesuaikan untuk merekrut tenaga kerja warga setempat, bahkan melebihi. Tetapi kalau pihak desa menginginkan harus ada…” ujar Agus.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya upaya dari pihak perusahaan untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat. Namun, terkait berbagai aspirasi yang disampaikan warga, diperlukan komunikasi lebih lanjut antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat agar setiap persoalan dapat memperoleh penjelasan dan solusi yang jelas.

Warga pun berharap pertemuan dan penyampaian aspirasi tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki komunikasi antara masyarakat, Pemerintah Desa Muara Jaya, dan pihak perusahaan.
Dengan adanya komunikasi yang terbuka, warga berharap aktivitas perusahaan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sementara masyarakat tetap memperoleh hak atas lingkungan sosial yang nyaman, akses jalan yang tidak terganggu, serta kesempatan yang proporsional untuk terlibat dalam aktivitas perekonomian di wilayahnya.

Reporter: Aten BM/Novi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *