Bangun Ikon Budaya Sunda, Desa Ciadeg Kembangkan Dayeuh Pajajaran dengan Anggaran BKK Rp300 Juta, Siapkan Ruang UMKM bagi Warga

BOGOR, KALIBERNEWS.ID – Pemerintah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terus berupaya menggali dan mengembangkan potensi desa melalui pembangunan kawasan yang mengusung konsep budaya Sunda serta mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.

Salah satu program yang kini tengah direalisasikan adalah pembangunan kawasan Dayeuh Pajajaran yang diproyeksikan menjadi ikon baru desa sekaligus ruang publik bernuansa budaya tradisional Sunda.

Pembangunan yang berlokasi di Kampung Raweuy RT 001 RW 002, Desa Ciadeg, tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan aspek kebudayaan, lingkungan, sosial, dan peningkatan perekonomian masyarakat.
Program pembangunan tersebut didanai melalui Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa (BKK) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, anggaran sebesar Rp200 juta dialokasikan untuk pembangunan kawasan Dayeuh Pajajaran, sementara Rp100 juta diperuntukkan bagi program Kampung Ramah Lingkungan (KRL), termasuk pajak.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembangunan melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama masyarakat setempat. Keterlibatan warga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu, pembangunan Dayeuh Pajajaran diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang memiliki karakter dan identitas tersendiri. Konsep yang diusung mengangkat nuansa kejayaan budaya Sunda dan sejarah Pajajaran, yang diwujudkan melalui pembangunan gapura bernuansa tradisional, ornamen khas daerah, serta penataan lingkungan yang mencerminkan identitas budaya lokal.
Angkat Kearifan Lokal, Jadikan Identitas Desa


Pembangunan Dayeuh Pajajaran bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik atau mempercantik lingkungan desa. Lebih dari itu, kawasan ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sunda kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Menurut Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu, pembangunan desa harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun pemerintah desa diharapkan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dapat menciptakan peluang baru yang berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Ia berharap keberadaan Dayeuh Pajajaran nantinya dapat menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Desa Ciadeg sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar desa yang ingin berkunjung dan mengenal potensi wilayah tersebut.

Dengan mengangkat konsep budaya Sunda, kawasan ini diharapkan memiliki ciri khas yang membedakannya dari kawasan lainnya. Identitas budaya yang ditampilkan juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan karakter Desa Ciadeg kepada masyarakat yang lebih luas.

Siapkan Ruang Usaha, UMKM Warga Jadi Perhatian

Tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan bernuansa budaya, Pemerintah Desa Ciadeg juga mulai memikirkan dampak ekonomi yang dapat dihasilkan dari keberadaan Dayeuh Pajajaran.

Wahyu Rahayu menyampaikan bahwa setelah pembangunan selesai, pihaknya berharap kawasan di sekitar gapura dapat dimanfaatkan sebagai ruang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut harus mampu membuka kesempatan bagi warga untuk terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi. Dengan demikian, pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah dapat memberikan manfaat nyata dan tidak hanya dinikmati dari sisi keindahan lingkungan.

“Kalau pembangunan Dayeuh Pajajaran ini sudah selesai, nantinya kami berharap bisa memberdayakan warga untuk berjualan di depan gapura Dayeuh Pajajaran. Dengan begitu, masyarakat bisa membuka usaha dan mengembangkan UMKM Desa Ciadeg,” ungkap Wahyu.

Ia menjelaskan, peluang usaha tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjual berbagai produk lokal, mulai dari makanan tradisional, aneka kuliner, minuman, hingga produk hasil usaha rumahan yang memiliki nilai jual.

Rencana pemberdayaan UMKM ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menciptakan perputaran ekonomi di lingkungan desa. Apabila kawasan tersebut mulai ramai dikunjungi masyarakat, peluang bagi pedagang lokal untuk memperoleh tambahan penghasilan juga diharapkan semakin terbuka.

Dengan adanya ruang usaha di sekitar kawasan Dayeuh Pajajaran, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton dari pembangunan yang dilaksanakan pemerintah desa. Sebaliknya, warga dapat mengambil bagian secara langsung dalam mengembangkan potensi ekonomi yang muncul dari pembangunan tersebut.

Kawasan Budaya dan Lingkungan Diharapkan Saling Mendukung
Selain pembangunan Dayeuh Pajajaran, alokasi anggaran untuk program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam mendorong penataan lingkungan yang lebih baik.
Kedua program tersebut diharapkan dapat saling mendukung dalam menciptakan kawasan desa yang tertata, memiliki identitas budaya, serta memperhatikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Keberadaan kawasan yang memiliki nilai estetika dan budaya tentunya perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas, serta mempertahankan kondisi lingkungan agar tetap nyaman digunakan.

Pemerintah desa juga diharapkan dapat menyiapkan pola pengelolaan kawasan setelah pembangunan selesai, termasuk pengaturan lokasi pedagang, kebersihan, pemeliharaan fasilitas, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kawasan tersebut.

Hal ini penting agar Dayeuh Pajajaran tidak hanya menjadi bangunan yang menarik ketika baru selesai dikerjakan, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Dorong Potensi Desa dan Kesejahteraan Masyarakat
Pembangunan Dayeuh Pajajaran menjadi salah satu upaya Pemerintah Desa Ciadeg dalam mengembangkan potensi wilayah melalui pendekatan budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan tersebut berpeluang menjadi ruang interaksi masyarakat, tempat memperkenalkan budaya lokal, sekaligus pusat aktivitas ekonomi kecil yang melibatkan warga sekitar.

Harapan lainnya, keberadaan Dayeuh Pajajaran dapat mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk unggulan desa. Pelaku UMKM juga diharapkan memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan hasil produksinya kepada pengunjung yang datang ke kawasan tersebut.

Ke depan, sinergi antara pemerintah desa, TPK, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga menjadi faktor penting dalam menjaga dan mengembangkan kawasan ini.
Pemerintah Desa Ciadeg berharap pembangunan tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi desa, baik dari sisi penataan lingkungan, pelestarian identitas budaya, maupun peningkatan perekonomian masyarakat.
Melalui pembangunan Dayeuh Pajajaran, Desa Ciadeg ingin menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang membangun jalan, gedung, maupun fasilitas fisik lainnya. Namun, pembangunan juga harus mampu menghidupkan nilai budaya, menciptakan peluang usaha, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang.

Dengan demikian, ketika seluruh pembangunan selesai dan mulai dimanfaatkan, Dayeuh Pajajaran diharapkan dapat menjadi ikon kebanggaan Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, sekaligus menjadi salah satu langkah dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. ( Redaksi ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *