π™‡π™–π™œπ™ž-π™‡π™–π™œπ™ž π˜Ώπ™žπ™œπ™šπ™™π™€π™§ π™ˆπ™–π™‘π™žπ™£π™œ π™™π™ž 𝙋𝙖𝙨𝙖𝙧 π™‹π™–π™œπ™žπ™’π™–π™£π™–, π™‹π™šπ™™π™–π™œπ™–π™£π™œ π™†π™šπ™¨π™–π™‘ 𝙏𝙖𝙠 π˜Όπ™™π™– π™‹π™šπ™©π™ͺπ™œπ™–π™¨ π™ˆπ™–π™‘π™–π™’: π˜Ώπ™žπ™£π™–π™¨ 𝙋𝙖𝙨𝙖𝙧 π™…π™–π™£π™Ÿπ™ž π™†π™‘π™–π™§π™žπ™›π™žπ™ π™–π™¨π™ž π™Žπ™šπ™£π™žπ™£ π˜Ώπ™šπ™₯𝙖𝙣

π™‡π™–π™œπ™ž-π™‡π™–π™œπ™ž π˜Ώπ™žπ™œπ™šπ™™π™€π™§ π™ˆπ™–π™‘π™žπ™£π™œ π™™π™ž 𝙋𝙖𝙨𝙖𝙧 π™‹π™–π™œπ™žπ™’π™–π™£π™–, π™‹π™šπ™™π™–π™œπ™–π™£π™œ π™†π™šπ™¨π™–π™‘ 𝙏𝙖𝙠 π˜Όπ™™π™– π™‹π™šπ™©π™ͺπ™œπ™–π™¨ π™ˆπ™–π™‘π™–π™’: π˜Ώπ™žπ™£π™–π™¨ 𝙋𝙖𝙨𝙖𝙧 π™…π™–π™£π™Ÿπ™ž π™†π™‘π™–π™§π™žπ™›π™žπ™ π™–π™¨π™ž π™Žπ™šπ™£π™žπ™£ π˜Ώπ™šπ™₯𝙖𝙣

π™‹π™–π™œπ™žπ™’π™–π™£π™–, π™†π˜Όπ™‡π™„π˜½π™€π™π™‰π™€π™’π™Ž.π™„π˜Ώ_26 Agustus 2026 – Aksi pencurian kembali meresahkan para pedagang di Kompleks Pasar Pagimana, Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, tepatnya di area depan Kantor BRI Lama.

Kali ini, kios milik Nursia Gobel (Tony Taha) menjadi sasaran empuk pelaku tak bertanggung jawab yang membobol lemari dagangan pada dini hari tadi.

Nursia mengaku baru menyadari kehilangan tersebut saat hendak membuka lapak usahanya pagi ini.

Ia terkejut mendapati lemari pajangannya rusak dan sejumlah barang dagangan raib.

Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp3 juta lebih, meliputi berbagai jenis minuman kemasan seperti air mineral merek Aqua, Teh Pucuk, dan produk sejenis lainnya.

“Motifnya jelas pembongkaran paksa. Lemari saya dibobol, dan barang-barang itu diambil. Kemungkinan besar kejadian ini berlangsung malam hari saat pasar sepi,” ujar Nursia saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (26/8).

Merasa dirugikan dan khawatir akan keamanan ke depannya, Nursia langsung mendatangi kantor Dinas Pasar setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.

Namun, respons yang diterima justru menambah kekecewaan sang pedagang.

Saat meminta keterangan mengenai kelalaian penjagaan, pihak pegawai dinas mengakui bahwa tidak ada petugas jaga malam atau security yang bertugas di area tersebut.

“Pegawai di sana mengakui memang tidak ada security malam, saya minta bertemu pimpinan pasar, tapi beliau sedang tugas luar, hanya dikasih janji, katanya baru bisa bertemu dan klarifikasi Senin depan,” keluh Nursia dengan nada kesal.

Insiden ini bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut, Nursia mengungkapkan bahwa setidaknya sudah ada empat tempat jualan lain yang sebelumnya mengalami nasib serupa, yakni dibobol pencuri di malam hari tanpa adanya tindakan pencegahan signifikan dari pengelola.

Melihat pola kejadian yang berulang, Nursia mendesak Dinas Pasar untuk segera memberikan informasi transparan dan solusi konkret terkait keamanan aset pedagang.

“Kami butuh kejelasan, ini sudah keempat kalinya terjadi di titik yang sama, kami harap dinas pasar bisa memberikan info yang sebaik mungkin dan meningkatkan pengawasan, jangan sampai pedagang terus jadi korban,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pasar belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana peningkatan keamanan atau kompensasi bagi para korban.

Para pedagang kini berharap pertemuan dengan pimpinan pasar pada Senin mendatang dapat membawa angin segar bagi keamanan berdagang mereka.

(π™‡π™žπ™₯π™ͺ𝙩𝙖𝙣: 𝙒𝙖𝙨𝙩π™ͺ𝙣 𝙏𝙖𝙝𝙖)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *