KaliberNews.id.Bogor – Perselisihan yang terjadi dalam final turnamen sepak bola antar-RT di Lapangan Desa Sukaresmi, Kampung Kaleur, RT 02/RW 01, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, akhirnya berujung pada perdamaian.
Penyelesaian persoalan tersebut dilakukan melalui musyawarah yang disaksikan unsur Pemerintah Desa Sukaresmi, pihak kepolisian dari Polsek Megamendung, Sekretaris Desa (Sekdes) Sukaresmi, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), orang tua pihak yang disebut dalam perkara, serta kedua belah pihak.
Sebelumnya, pertandingan final yang digelar pada Minggu (30/8/2026) sore tersebut sempat diwarnai kericuhan. Rohim, salah seorang warga Desa Sukaresmi, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan dalam insiden yang terjadi di tengah suasana pertandingan.
Persoalan itu kemudian dibawa ke jalur hukum. Rohim melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Megamendung pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 11.23 WIB.
Dalam keterangannya saat itu, Rohim menyebut dugaan pemukulan dilakukan oleh seorang pria berinisial A yang dikenal dengan sebutan Habib. A disebut berada di kelompok pendukung tim HIC (Hidup Itu Cerita), sementara Rohim berada di kelompok pendukung LiJa FC.
Namun, setelah melalui proses komunikasi dan musyawarah, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan damai.
Kepada wartawan pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, Rohim menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah.
“Alhamdulillah, Pak, sudah ada penyelesaian. Kasus ini diselesaikan secara musyawarah dan damai,” ujar Rohim.
Rohim juga berharap perdamaian tersebut menjadi akhir dari persoalan dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Ia meminta agar tidak ada lagi dendam maupun permusuhan, baik antara kedua pihak maupun dengan warga lainnya yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Lebih lanjut saya berharap ke depannya tidak ada dendam, baik di antara kedua belah pihak maupun dengan pihak lainnya. Amin, ya Rabbal ‘alamin,” ungkapnya.
Dengan adanya kesepakatan damai tersebut, persoalan yang sempat memanas setelah final turnamen sepak bola kini diharapkan tidak berlanjut dan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak agar kegiatan olahraga masyarakat tetap berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.






