Miris! Janda Lansia dan Dua Anak Hidup di Rumah Nyaris Ambruk, Pemerintah Pandeglang Diminta Turun Tangan

PANDEGLANG, KALIBERNEWS.ID — Kisah pilu dialami Ibu Itoh, seorang janda lanjut usia warga Kampung Bojong, RT 007/RW 001, Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Setelah ditinggal wafat oleh suaminya sekitar satu tahun lalu, Ibu Itoh kini harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup bersama dua anaknya yang masih di bawah umur.


Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat Ibu Itoh tidak mampu memperbaiki rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya. Rumah tersebut diketahui dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai belum memenuhi standar rumah layak huni.
Berdasarkan penuturan Ibu Itoh saat ditemui tim DPP Lembaga Aliansi Indonesia bersama Pimpinan Redaksi Media Aktivis Pers-Indonesia di kediamannya pada Sabtu, 12 September 2026, sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan. Dinding bilik telah lapuk, lantai rusak, sementara bagian atap mengalami kebocoran. Rumah tersebut juga belum memiliki fasilitas MCK yang layak.

Kondisi semakin memprihatinkan ketika musim hujan tiba. Air hujan masuk ke dalam rumah dan menggenangi sejumlah bagian ruangan. Bahkan, Ibu Itoh dan anak-anaknya harus tidur dengan kondisi kasur yang basah akibat kebocoran atap.

“Kalau hujan, rumah saya banyak yang bocor. Saya pasrah karena sudah ditinggalkan almarhum bapaknya anak-anak. Saya semakin bingung harus mengadu kepada siapa lagi,” ujar Ibu Itoh dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah keterbatasan tersebut, Ibu Itoh berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan membantu memperbaiki rumahnya agar dirinya bersama kedua anaknya dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan layak.

Dengan penuh harap, Ibu Itoh juga menyampaikan permohonan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar dirinya dapat memperoleh bantuan.

“Tolong saya, Bapak dan Ibu pejabat. Saya memohon dengan segala hormat kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Gubernur Banten, Ibu Bupati Pandeglang, Bapak Camat Sukaresmi, Bapak Kepala Desa Cikuya, serta instansi pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya.

“Saya sangat meminta pertolongan. Saya harus mengadu kepada siapa lagi? Saya berharap pemerintah dapat membantu merenovasi rumah tempat tinggal saya dan anak-anak saya yang sudah tidak layak ini,” sambung Ibu Itoh.

Meminta Pemerintah Turun Langsung
DPP Lembaga Aliansi Indonesia bersama Redaksi Media Aktivis Pers-Indonesia meminta pemerintah daerah terkait untuk segera turun ke lapangan guna melihat secara langsung kondisi rumah dan keadaan keluarga Ibu Itoh.

Pemerintah Desa Cikuya dan Kecamatan Sukaresmi diharapkan dapat melakukan pendataan serta mengusulkan Ibu Itoh sebagai calon penerima program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), sesuai dengan ketentuan dan kriteria program yang berlaku.
Selain bantuan perbaikan rumah,

kondisi sosial dan ekonomi keluarga Ibu Itoh juga diharapkan menjadi perhatian agar dapat diverifikasi untuk kemungkinan memperoleh program bantuan sosial sesuai persyaratan yang berlaku.

DPP Lembaga Aliansi Indonesia dan Redaksi Media Aktivis Pers-Indonesia juga mendorong Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang serta instansi terkait untuk melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi keluarga tersebut.

Rumah yang aman dan layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap warga yang berada dalam kondisi rentan sangat diperlukan, khususnya terhadap keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi dan tinggal di rumah dengan kondisi yang membahayakan keselamatan.

Persoalan Ibu Itoh diharapkan tidak berhenti pada pendataan semata. Pemerintah daerah bersama pemerintah desa diharapkan dapat mencari solusi sesuai program dan ketentuan yang tersedia, sehingga Ibu Itoh dan kedua anaknya dapat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak.

Masyarakat pun berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah agar tidak ada lagi warga yang harus menghadapi musim hujan dengan kondisi rumah yang bocor dan tidak layak huni.

Reporter: Aabun

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *