BOGOR, KALIBERNEWS.ID – Sasana Kode Alam Boxing Camp yang berlokasi di Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan keseriusannya dalam membina dan melahirkan atlet-atlet tinju serta olahraga bela diri yang berprestasi.

Setelah mengikuti sejumlah kejuaraan dan berhasil membawa pulang berbagai kemenangan serta medali, kini Kode Alam Boxing Camp kembali mempersiapkan dua petarung terbaiknya, James Siahaya dan Roberto Candra, untuk berlaga dalam ajang Hammer Fight Series 4 yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Persiapan tersebut menjadi bagian dari komitmen sasana dalam meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperkenalkan potensi petarung asal Kabupaten Bogor agar mampu bersaing dalam berbagai kompetisi.

Coach Kode Alam Boxing Camp, Denis Firman, yang berasal dari Flores dan merupakan mantan fighter era 1990-an, mengatakan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan melalui proses panjang, disiplin, serta latihan yang terarah.
Berbekal pengalaman di dunia olahraga bela diri, Denis terus berupaya membentuk petarung yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik dan kekuatan fisik, tetapi juga mental bertanding, keberanian, serta kemampuan mengendalikan emosi.
Menurutnya, berbagai pertandingan yang telah diikuti menjadi pengalaman berharga bagi seluruh atlet binaan Kode Alam Boxing Camp.

Deretan Prestasi Fighter Kode Alam Boxing Camp
Sebelum mempersiapkan diri menuju Hammer Fight Series 4, Kode Alam Boxing Camp telah mengikuti sejumlah event pertandingan dan berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.
Salah satunya dalam ajang Hammer Fight Series 3, ketika Rafael Soares berhasil meraih juara pertama.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan sekaligus motivasi bagi para atlet lainnya.
Tidak hanya itu, dalam kejuaraan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Kode Alam Boxing Camp menurunkan enam fighter. Dari enam atlet yang diturunkan, tiga di antaranya berhasil meraih kemenangan.

Ketiga fighter tersebut yakni James Siahaya di kelas 85 kilogram, Duta Morikha di kelas 60 kilogram, serta Josep yang bertanding dalam kategori anak-anak usia 10 tahun.
James Siahaya bahkan menunjukkan kemampuan bertanding yang menjanjikan setelah berhasil meraih kemenangan melalui knockout (KO) pada ronde pertama.
Prestasi lainnya juga ditorehkan dalam ajang Gladiator Bogor. Dalam kompetisi tersebut, Duta Morikha berhasil membawa pulang medali emas dan meraih juara pertama setelah tampil di kelas 70 kilogram.
Sementara itu, dua fighter lainnya, Ando Kwangko dan Hanes Cardoso, juga berhasil mencatatkan kemenangan masing-masing di kelas 60 kilogram.
Catatan positif juga datang dari sejumlah fighter Kode Alam Boxing Camp yang tampil dalam event Hammer Fight. Irfan berhasil meraih kemenangan melalui KO di kelas 67 kilogram, sedangkan Delahoya, petarung asal Ambon, berhasil membawa pulang medali.
Deretan hasil tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mulai memperlihatkan perkembangan positif.
James Siahaya dan Roberto Candra Dipersiapkan Tampil Maksimal
Menatap Hammer Fight Series 4 pada Desember 2026, Coach Denis kini memusatkan perhatian pada persiapan dua fighter, yakni James Siahaya yang akrab disapa J’CRIS dan Roberto Candra.
James Siahaya akan dipersiapkan untuk bertanding di kelas 85 kilogram. Berbekal pengalaman dan kemenangan KO pada pertandingan sebelumnya, James diharapkan mampu kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Namun, Denis menegaskan bahwa setiap pertandingan memiliki tantangan berbeda.
Karena itu, persiapan fisik, teknik, strategi, dan mental tetap menjadi perhatian utama.
Sementara Roberto Candra akan mendapatkan kesempatan tampil dalam ajang tersebut sebagai pengalaman penting untuk menguji kemampuan serta menambah jam terbang di dunia olahraga bela diri.
Keduanya akan menjalani program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, mulai dari peningkatan stamina, kekuatan fisik, teknik menyerang dan bertahan, hingga penguasaan strategi saat berada di atas ring.
“Saya akan memberikan latihan yang terbaik untuk para fighter. Namun, semuanya juga bergantung pada konsistensi atlet dalam menjalankan program latihan yang sudah diberikan oleh coach. Kalau mereka disiplin dan serius mengikuti program, tentu kami berharap hasilnya bisa maksimal,” ujar Denis.
Coach Denis: Kemenangan Tidak Lepas dari Disiplin dan Mental Bertanding
Denis menjelaskan bahwa keberhasilan seorang petarung tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pukulan maupun kemampuan fisik.
Menurutnya, kedisiplinan, kesabaran, kemampuan membaca pergerakan lawan, serta pengendalian emosi merupakan bagian penting yang harus dimiliki setiap atlet.
Ia mencontohkan keberhasilan Rafael Soares yang mampu memperlihatkan perkembangan positif setelah menjalani pembinaan di Kode Alam Boxing Camp.
Rafael sebelumnya bergabung atas keinginan sendiri untuk mendapatkan latihan yang lebih serius dan terarah. Dalam proses pembinaan, ia mendapatkan materi teknik dasar tinju, peningkatan stamina, kecepatan, ketepatan pukulan, hingga strategi pertandingan.
“Seorang petinju tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan. Dia harus bisa mengikuti instruksi pelatih, menjaga konsentrasi, dan mengendalikan emosi. Itulah salah satu hal yang terus kami tanamkan kepada seluruh fighter,” ungkap Denis.
Ia berharap seluruh atlet binaannya tidak cepat berpuas diri atas kemenangan yang telah diraih. Sebaliknya, setiap prestasi harus dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
Apresiasi untuk Para Tokoh dan Keluarga Besar yang Mendukung
Di balik berbagai pencapaian yang diraih Kode Alam Boxing Camp, Denis menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian dan semangat kepada para fighter.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Ketua Flobamora Cigombong, KK Mettu, Ketua Pemuda Timor Bersatu, Om John Beda, serta Ketua Melanesia, Om Lewi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Michael Tokang, yang selama ini turut mendampingi para fighter dalam berbagai pertandingan. Michael Tokang diketahui merupakan mantan atlet berprestasi yang pernah meraih juara pada era 1980-an di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Denis, kehadiran para tokoh dan orang-orang yang peduli terhadap perkembangan olahraga menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk terus berjuang dan mengukir prestasi.
Dukungan moral, pendampingan, serta kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Kode Alam Boxing Camp mengikuti berbagai kompetisi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua saudara dan orang tua kami yang selalu memberikan dukungan serta mendampingi Kode Alam Boxing Camp di mana pun kami bertanding. Dukungan mereka sangat berarti bagi kami dan seluruh fighter,” ungkap Denis.
Bangun Generasi Muda Melalui Olahraga Tinju.
Lebih jauh, Denis menegaskan bahwa keberadaan Kode Alam Boxing Camp bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan maupun keuntungan materi.
Sasana tersebut dibangun sebagai wadah pembinaan generasi muda yang memiliki minat dan bakat dalam olahraga tinju, khususnya di wilayah Cigombong, Caringin, dan sekitarnya.
Baginya, olahraga tinju memiliki nilai pendidikan yang sangat besar. Selain melatih kemampuan fisik, olahraga ini juga mengajarkan tanggung jawab, keberanian, kedisiplinan, kesabaran, sportivitas, serta kemampuan mengendalikan diri.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni olahraga bela diri melalui jalur pembinaan yang positif sehingga dapat terhindar dari berbagai kegiatan negatif.
Denis juga berkomitmen untuk terus mendampingi para atlet, mulai dari tahap pengenalan teknik dasar hingga mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, mencetak atlet berprestasi membutuhkan kerja sama yang kuat antara pelatih, atlet, manajemen, keluarga, dan masyarakat yang memberikan dukungan.
Target Harumkan Nama Kabupaten Bogor.
Menjelang Hammer Fight Series 4 pada Desember 2026, Kode Alam Boxing Camp berharap James Siahaya dan Roberto Candra dapat menjalani seluruh tahapan persiapan dengan maksimal.
Denis berharap kedua fighter tersebut mampu menunjukkan penampilan terbaik, menjaga sportivitas, serta membawa pulang hasil membanggakan.
Ia juga berharap prestasi yang telah diraih Rafael Soares, James Siahaya, Duta Morikha, Josep, Ando Kwangko, Hanes Cardoso, Irfan, dan Delahoya dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya.
Bagi Kode Alam Boxing Camp, setiap kemenangan merupakan hasil dari perjuangan dan proses panjang. Sementara setiap kekalahan sekalipun harus dijadikan bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.
Dengan semangat kebersamaan, dukungan para tokoh, serta pembinaan yang berkelanjutan, Kode Alam Boxing Camp optimistis dapat terus melahirkan fighter potensial dan mengharumkan nama Kabupaten Bogor melalui prestasi olahraga bela diri. ( Redaksi )






