Anggaran Jembatan di Cipayung Girang Capai Rp945 Juta, Kondisi Pekerjaan dan Spesifikasi Material Dipertanyakan

BOGOR, KALIBERNEWS.ID  – Pembangunan jembatan di Kampung Cinangka, RT 02/RW 02, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Pasalnya, proyek pembangunan jembatan dengan panjang 13 meter dan lebar 3 meter tersebut menelan anggaran sebesar Rp945.550.000 atau hampir mencapai Rp1 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran pembangunan tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Akselerasi Pembangunan Perdesaan Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026, yang direalisasikan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp502.250.000, sedangkan tahap kedua mencapai Rp443.300.000.

Besarnya anggaran tersebut menjadi perhatian awak media, terlebih setelah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Saat kunjungan berlangsung, tidak terlihat aktivitas pekerjaan. Bahkan, tidak seorang pun pekerja berada di lokasi proyek.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai progres pelaksanaan pembangunan, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran publik dengan nilai yang cukup besar.

Tidak hanya aktivitas pekerjaan, awak media juga melakukan pengamatan secara visual terhadap sejumlah material yang digunakan dalam konstruksi, khususnya besi tulangan pada bagian beton.

Dari hasil pengamatan di lapangan, terlihat penggunaan besi berdiameter sekitar 10 milimeter pada bagian badan konstruksi cor. Begitu pula cincin atau sengkang pengikat yang secara visual diduga menggunakan ukuran serupa.

Selain itu, proses pengecoran tiang beton yang terlihat dilakukan secara manual turut menjadi perhatian. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian spesifikasi teknis, komposisi campuran beton, serta metode pelaksanaan konstruksi dengan perencanaan dan standar teknis yang telah ditetapkan.

Perlu diketahui, pengamatan visual tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa material maupun konstruksi tidak memenuhi standar. Diperlukan pemeriksaan teknis oleh tenaga ahli atau instansi berwenang untuk memastikan kesesuaiannya.

Di sisi lain, berdasarkan perkiraan yang disampaikan seorang tenaga ahli dari pihak PUPR, biaya pembangunan jembatan tersebut disebut-sebut mencapai sekitar Rp37 juta per meter. Namun, dasar perhitungan dan komponen biaya tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut agar dapat dibandingkan secara tepat dengan nilai anggaran keseluruhan proyek.

Dengan nilai anggaran yang mencapai Rp945.550.000, transparansi mengenai rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi material, volume pekerjaan, serta metode pelaksanaan menjadi hal penting untuk diketahui publik.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Desa Cipayung Girang, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), pihak Kecamatan Megamendung, maupun instansi teknis terkait diminta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai spesifikasi teknis, penggunaan material, progres pekerjaan, serta alasan tidak terlihatnya aktivitas pekerja saat awak media melakukan peninjauan.

Publik juga berhak mengetahui apakah seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

Transparansi dan pengawasan sangat diperlukan agar pembangunan infrastruktur yang bersumber dari uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta memiliki kualitas konstruksi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Reporter: Aten BM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *