KAUR, KALIBERNEWS.ID – SMKN 2 Kaur menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi yang diikuti oleh guru serta tenaga kependidikan dari dua satuan pendidikan, yakni SMKN 2 Kaur dan SMAN 10 Kaur atau yang dikenal dengan SMA Pentagon.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMKN 2 Kaur, Jalan Raya Air Kering, Padang Guci Hilir, Desa Gunung Kaya, Kecamatan Padang Guci Hilir, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Senin (6/10/2026).
Bimtek yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan narasumber Sofwan, M.TPD. Kegiatan difokuskan pada penguatan kompetensi pendidik dalam mengembangkan proses pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Kepala SMKN 2 Kaur, Witri Asisti, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan guru menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara sederhana, tetapi juga mencakup kemampuan peserta didik dalam memahami informasi, menganalisis persoalan, menggunakan data, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.
“Melalui kegiatan Bimtek Literasi dan Numerasi ini, kami berharap guru-guru mampu merancang pembelajaran yang lebih menarik, menyusun bahan ajar yang kontekstual, serta mampu mengevaluasi kompetensi dasar peserta didik secara tepat,” ujar Witri Asisti, S.E.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi para guru untuk saling bertukar pengalaman dan menemukan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik peserta didik di masing-masing sekolah.
Tingkatkan Kompetensi Guru
Pelaksanaan Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang berbasis literasi dan numerasi.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membekali guru dalam menyusun bahan ajar yang inovatif, kreatif, dan sesuai dengan konteks kehidupan peserta didik.
Tujuan lainnya adalah meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan evaluasi serta asesmen terhadap kompetensi dasar peserta didik sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kemampuan siswa.
Dalam pemaparannya, narasumber Sofwan, M.TPD., menjelaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pendidik.
Literasi dan numerasi, kata dia, tidak semata-mata menjadi tugas guru Bahasa Indonesia atau Matematika. Kedua kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai mata pelajaran dengan menyesuaikan materi dan metode pembelajaran.
Dengan pendekatan tersebut, guru dari berbagai bidang studi dapat memasukkan unsur literasi dan numerasi ke dalam kegiatan belajar mengajar sehingga penguatan kompetensi peserta didik dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Diisi Diskusi dan Praktik
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti materi dengan antusias. Bimtek tidak hanya diisi dengan penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi, praktik penyusunan modul ajar, serta simulasi evaluasi pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.
Melalui kegiatan praktik tersebut, para guru diberikan kesempatan untuk mengembangkan rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan sekolah.
Interaksi antara narasumber dan peserta juga berlangsung aktif.
Sejumlah peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, kemudian didiskusikan bersama untuk mencari alternatif strategi yang sesuai.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih konkret kepada guru mengenai bagaimana mengintegrasikan literasi dan numerasi ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Diharapkan Berdampak pada Rapor Pendidikan
Dengan terlaksananya Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi tersebut, SMKN 2 Kaur dan SMAN 10 Kaur diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan dampak positif terhadap kemampuan peserta didik.
Penguatan kompetensi guru juga diharapkan dapat mendukung peningkatan capaian sekolah dalam Rapor Pendidikan, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.
Melalui peningkatan kapasitas pendidik, sekolah diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dalam menghadapi berbagai persoalan.
Kegiatan Bimtek tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan, baik bagi guru maupun peserta didik, sekaligus memperkuat komitmen satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kaur.
Reporter: Abun HR






