Dugaan Setoran Kamar Hingga HP Sitaan Beredar, Eks Warga Binaan Buka Suara Soal Lapas Cibinong

KaliberNews.id.Bogor — Pengakuan mantan warga binaan berinisial D menyoroti dugaan sejumlah persoalan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Rajeg Cibinong. Kesaksian tersebut berkaitan dengan pengalaman D saat menjalani masa pidana pada 2017,Kamis 01 Oktober 2026.

D mengaku pernah dimintai uang sekitar Rp2 juta hingga Rp10 juta ketika pertama kali masuk lapas. Menurut dia, uang tersebut disebut sebagai pembayaran kamar.

“Waktu masuk saya dimintai uang Rp2 juta sampai Rp10 juta.
Katanya untuk bayar kamar. Kalau tidak dibayar, saya ditekan oleh napi,” ujar D.

D mengatakan tekanan tersebut membuatnya meminta bantuan keluarga untuk memenuhi uang yang diminta.

Ia kemudian mengungkap dugaan lain terkait telepon seluler (HP) yang sebelumnya disita dari warga binaan. Menurut keterangannya, HP hasil sitaan diduga kembali beredar dan diperjualbelikan kepada warga binaan dengan harga sekitar Rp2 juta atau lebih.

D juga menyebut penggunaan dan pengisian daya HP tersebut diduga dikenakan biaya.
Pengakuan itu memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan barang sitaan serta aktivitas komunikasi di lingkungan lapas.

Namun, keterangan D merupakan kesaksian pribadi yang merujuk pada pengalaman pada 2017. Belum ada hasil pemeriksaan resmi yang disampaikan dalam keterangan tersebut untuk memastikan dugaan pelanggaran dimaksud.

Untuk memperoleh kejelasan, pihak Lapas Kelas IIA Pondok Rajeg Cibinong dan instansi terkait perlu memberikan klarifikasi mengenai prosedur penerimaan warga binaan, pengelolaan kamar, serta penanganan HP hasil sitaan.

Seluruh informasi dalam pemberitaan ini masih berupa kesaksian dan dugaan. Tidak ada pihak yang dinyatakan bersalah tanpa adanya bukti serta proses pemeriksaan sesuai ketentuan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *