Kalibernews.com DEPOK, JAWA BARAT – Perbaikan Jalan Raya Tapos, Kota Depok, terus dikebut dengan progres pekerjaan yang dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen dari total panjang penanganan hampir 5,1 kilometer. Masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut diminta bersabar menghadapi potensi kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung.
Perbaikan infrastruktur ini menjadi perhatian masyarakat karena Jalan Raya Tapos merupakan salah satu jalur penting untuk menunjang mobilitas warga dan aktivitas transportasi di wilayah Kecamatan Tapos dan sekitarnya.
Camat Tapos, Jarkasih, mengatakan bahwa sejumlah ruas jalan telah selesai dikerjakan. Salah satunya adalah jalur dari pertengahan Cimpaeun hingga Simpang Cilangkap yang kini telah dilengkapi marka jalan.
“Pekerjaan Jalan Tapos kalau lihat di lapangan sudah hampir 70 persen. Karena kalau dari pertengahan Cimpaeun ke sana sudah selesai, bahkan sudah ada marka jalan. Sampai Simpang Cilangkap sudah rapi marka jalan,” ujar Jarkasih kepada berita.depok.go.id, Jumat (9/10/2026).
Beton Rusak Diangkat, Jalan Dilakukan Pengecoran Ulang
Saat ini, pekerjaan difokuskan di sekitar Kantor Kecamatan Tapos. Sejumlah bagian beton lama yang mengalami kerusakan dan pecah harus diangkat sebelum dilakukan pengecoran ulang.
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi badan jalan agar dapat digunakan masyarakat dengan lebih nyaman. Selain itu, terdapat pekerjaan pelebaran jalan pada dua tikungan di dekat kantor kecamatan yang membentuk jalur menyerupai huruf S.
Penanganan pada titik-titik tersebut membutuhkan pengaturan lalu lintas agar pekerjaan dapat berjalan dan pengguna jalan tetap memperhatikan keselamatan selama melintas.
Jarkasih berharap pekerjaan di sekitar kantor kecamatan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
“Sekarang konsen pekerjaan pengangkatan beton, dibeton ulang di sekitar kecamatan. Mudah-mudahan dalam waktu dua mingguan ke depan sudah selesai,” katanya.
Pengguna Jalan Diminta Bersabar Menghadapi Kemacetan
Berlangsungnya perbaikan Jalan Raya Tapos membawa dampak terhadap aktivitas masyarakat. Pada waktu tertentu, pekerjaan dapat menyebabkan penutupan satu jalur hingga seluruh badan jalan sehingga berpotensi menimbulkan antrean kendaraan.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pengendara yang menggunakan jalur tersebut untuk bekerja, bersekolah, berdagang, maupun menjalankan kegiatan sehari-hari.
Jarkasih memahami bahwa proses pengerjaan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Namun, ia meminta warga tetap bersabar karena perbaikan jalan tersebut merupakan kebutuhan infrastruktur yang telah lama dinantikan.
“Mohon pengertiannya karena walau bagaimanapun kita ingin ada perubahan, terutama perbaikan infrastruktur khususnya jalan,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Depok telah mengakomodasi kebutuhan perbaikan jalan dengan cakupan pekerjaan hampir 5,1 kilometer dan dukungan anggaran yang cukup besar.
Menurutnya, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa selama pekerjaan berlangsung, terdapat tahapan yang harus diselesaikan agar hasil perbaikan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Nah oleh karenanya, mohon warga bersabar ketika dalam proses pengerjaannya ada ketidaknyamanan, terutama kemacetan dan juga hal-hal lain yang memang kurang menyenangkan. Saya mohon bersabar, insya Allah mudah-mudahan tempo seminggu dua minggu ke depan itu akan selesai,” tandasnya.
Kebutuhan PJU Diusulkan untuk Tahun 2026 atau 2027
Selain perbaikan badan jalan, kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang kawasan Jalan Raya Tapos juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
Jarkasih menyebutkan bahwa usulan mengenai PJU telah disampaikan kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Depok dari daerah pemilihan setempat. Ia berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga kebutuhan penerangan di sepanjang jalur tersebut dapat terpenuhi.
Penerangan jalan merupakan salah satu fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk membantu pengendara melihat kondisi jalan dengan lebih jelas, terutama pada malam hari.
Keberadaan PJU juga diharapkan dapat menunjang kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Jalan Raya Tapos.
“PJU sudah kita sampaikan kepada pimpinan, juga kepada para dewan yang ada di dapil kita. Insya Allah itu akan diusulkan. Mudah-mudahan kalau enggak tahun ini, mungkin tahun 2027,” pungkasnya.
Penyelesaian Perbaikan Dinantikan Masyarakat
Dengan progres yang dilaporkan mencapai sekitar 70 persen, penyelesaian perbaikan Jalan Raya Tapos kini menjadi harapan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
Perbaikan badan jalan, pengecoran ulang pada bagian yang rusak, pelebaran tikungan, serta penataan marka di ruas yang telah selesai dikerjakan diharapkan dapat menunjang kelancaran mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, usulan penambahan PJU diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan berikutnya agar perbaikan infrastruktur tidak hanya berfokus pada kondisi badan jalan, tetapi juga didukung fasilitas penerangan yang memadai.
Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta mengantisipasi kemungkinan keterlambatan perjalanan.
Masyarakat juga diharapkan memperoleh informasi yang jelas mengenai pengaturan lalu lintas dan perkembangan pekerjaan, sehingga aktivitas sehari-hari dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Perbaikan Jalan Raya Tapos diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Kota Depok, sekaligus memberikan manfaat bagi mobilitas dan kenyamanan masyarakat setelah seluruh pekerjaan diselesaikan.
Keterangan: Berdasarkan pernyataan Camat Tapos, Jarkasih, progres perbaikan telah mencapai sekitar 70 persen per 9 Oktober 2026. Target penyelesaian dalam satu hingga dua minggu merupakan harapan yang disampaikan, bukan kepastian jadwal akhir pekerjaan.
[ Valen ]






