KaliberNews.id.Bogor 12 Desa di Caringin Bergerak, Empat Desa Terakhir Jadwalkan Rembuk Stunting Agustus– Upaya mempercepat pencegahan stunting di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terus didorong melalui tahapan perencanaan di tingkat desa. Dari total 12 desa, kini tersisa empat desa yang belum melaksanakan Rembuk Stunting.
Kabar baiknya, keempat desa tersebut telah menjadwalkan pelaksanaan Rembuk Stunting pada pekan kedua Agustus 2026. Dengan demikian, seluruh desa di Kecamatan Caringin ditargetkan segera menuntaskan tahapan penting dalam penyusunan program pencegahan stunting.
Salah satu desa yang telah melaksanakan kegiatan tersebut adalah Desa Ciderum. Rembuk Stunting digelar pada 8 Agustus 2026 sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027.
Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, pendamping desa dan masyarakat. Pembahasan diarahkan untuk memetakan kebutuhan warga sekaligus menyusun usulan program yang dapat menjadi prioritas pembangunan bidang kesehatan.
Pendamping Desa Kecamatan Caringin, Ade Salman, S.Ag., mengatakan Rembuk Stunting perlu dilaksanakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa.
Menurutnya, forum tersebut bukan hanya menjadi ruang pembahasan persoalan stunting, tetapi juga wadah menyatukan berbagai unsur agar program yang dirancang memiliki arah dan sasaran yang jelas.
“Rembuk Stunting merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan desa. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun program yang terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting,” ujar Ade, kepada wartawan Sabtu, 08/08/2026.
Dalam Rembuk Stunting Desa Ciderum, sejumlah aspek dibahas, mulai dari pemenuhan gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak, sanitasi lingkungan hingga edukasi kesehatan.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan dalam menyusun program konvergensi stunting yang selanjutnya diarahkan untuk masuk dalam RKPDes 2027.
Ade menyampaikan bahwa perkembangan pelaksanaan Rembuk Stunting di Kecamatan Caringin menunjukkan progres positif. Dari 12 desa, hanya empat desa yang masih dalam tahap menunggu pelaksanaan.
Namun, keempat desa tersebut telah memiliki jadwal masing-masing dan seluruhnya direncanakan menggelar Rembuk Stunting pada pekan kedua Agustus 2026.
“Alhamdulillah, dari 12 desa tinggal empat desa lagi. Dan semuanya sudah menjadwalkan pelaksanaan pada minggu kedua bulan Agustus ini,” ungkapnya.
Dengan adanya kepastian jadwal tersebut, pelaksanaan Rembuk Stunting di Kecamatan Caringin diharapkan dapat segera tuntas. Penyelesaian seluruh tahapan menjadi penting agar hasil pembahasan di masing-masing desa dapat menjadi bahan dalam penyusunan program pembangunan tahun 2027.
Meski demikian, pelaksanaan rembuk bukan menjadi akhir dari proses. Tantangan berikutnya adalah memastikan usulan yang telah disepakati benar-benar diterjemahkan ke dalam program yang tepat sasaran, dapat dilaksanakan dan memiliki mekanisme evaluasi.
Pencegahan stunting juga membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat harus memiliki komitmen yang sama agar program yang disusun tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.
Dengan hampir seluruh desa menuntaskan Rembuk Stunting, Kecamatan Caringin kini memasuki tahap penting berikutnya, yakni memastikan hasil rembuk dapat diwujudkan melalui program kesehatan yang konkret dan berkelanjutan bagi masyarakat.
(DM)






