Morowali Utara, KALIBERNEWS. ID_Situasi di Desa Boba Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara memanas setelah sekelompok warga melakukan aksi penutupan atau penyegelan Kantor Desa Boba pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.
Aksi tersebut dipicu oleh penolakan sebagian masyarakat terhadap pengaktifan kembali Sofyan Sondeng sebagai Kepala Desa Boba.
Informasi awal mengenai penyegelan kantor desa diperoleh dari Kepala Desa Boba, Sofyan Sondeng menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 10.00 WITA.
Kapolsek Bungku Utara bersama Camat Bungku Utara langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pemerintah desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua BPD Desa Boba menyampaikan bahwa aksi penyegelan dilakukan oleh masyarakat yang merasa kecewa atas keputusan pengaktifan kembali Sofyan Sondeng sebagai kepala desa.
Menurutnya, aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat bukan semata-mata berlandaskan aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak moral dari persoalan yang pernah menjerat kepala desa tersebut.
“Masyarakat menilai bahwa meskipun secara hukum yang bersangkutan telah menyelesaikan permasalahan yang pernah dihadapinya, namun ada pertimbangan moral yang menjadi dasar penolakan,” ungkap Ketua BPD dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi hal itu, Camat Bungku Utara, Asgar Lawahe, S.Pd.I, menjelaskan bahwa keputusan pengaktifan kembali Sofyan Sondeng merupakan kewenangan Bupati Morowali Utara.
Pemerintah kecamatan, kata dia, hanya menjalankan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten.
meski demikian, Camat menyatakan siap memfasilitasi masyarakat Desa Boba yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Bupati Morowali Utara.
“Pemerintah kecamatan siap membantu mengatur jadwal dan memfasilitasi perwakilan masyarakat untuk bertemu langsung dengan Bupati agar aspirasi mereka dapat disampaikan secara resmi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Boba, Sofyan Sondeng, menilai aksi penyegelan kantor desa dilakukan oleh kelompok masyarakat yang tidak menerima dirinya kembali menjabat sebagai kepala desa.
Ia juga menduga adanya keterlibatan beberapa oknum aparat desa yang sebelumnya aktif menggalang dukungan penolakan terhadap pengaktifannya kembali.
Menurut Sofyan, penyegelan kantor desa berpotensi menghambat pelayanan publik kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kantor desa merupakan fasilitas negara yang tidak seharusnya ditutup secara sepihak.
“Apabila penyegelan hanya didasarkan pada ketidaksenangan pribadi dan mengganggu pelayanan masyarakat, maka saya mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Mengantisipasi eskalasi konflik, Kapolsek Bungku Utara, Iptu Denny Robert, S.I.Kom., mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu benturan antarwarga.
Ia juga meminta pemerintah desa tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan memindahkan sementara aktivitas pelayanan ke lokasi yang aman.
Selain itu, pihak kepolisian mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan provokasi yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan mengedepankan dialog. Jangan sampai terjadi benturan fisik yang dapat merugikan masyarakat sendiri,” ujar Kapolsek.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi Desa Boba saat ini dinilai memiliki potensi kerawanan berupa pengrusakan fasilitas kantor desa maupun bentrokan antar kelompok masyarakat yang memiliki pandangan berbeda terkait kepemimpinan desa.
Sebagai langkah preventif, Polsek Bungku Utara terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta unsur terkait guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Upaya penggalangan, monitoring, serta deteksi dini perkembangan situasi juga terus dilakukan.
Kapolsek Bungku Utara bersama Camat Bungku Utara berencana mengundang perwakilan warga, BPD, dan pemerintah desa untuk duduk bersama mencari solusi terbaik melalui musyawarah.
“Kami berharap seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara damai demi menjaga kondusivitas Desa Boba serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tutup Iptu Denny Robert.
Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di Desa Boba terpantau kondusif dan aparat keamanan masih terus melakukan pemantauan di lokasi.
*Redaksi*











