KaliberNews.id.Bogor – Pemerintah Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terus mendorong pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026, sejumlah program prioritas disiapkan mulai dari peningkatan akses jalan hingga pengembangan kawasan wisata desa.
Sosialisasi Bankeu 2026 kepada masyarakat digelar pada Jumat (25/9/2026). Momentum tersebut menjadi bagian dari penyampaian rencana pemanfaatan anggaran sekaligus memperkenalkan sejumlah program yang diproyeksikan memberikan manfaat bagi warga.Rabu September 2026.
Sedikitnya terdapat tiga sektor utama yang menjadi sasaran, yakni pembangunan dan pengerasan jalan desa, pengembangan kawasan Dayeuh Pajajaran, serta rehabilitasi kantor desa.
Jalan RW 05 Dinantikan Warga
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah rencana pembangunan jalan penghubung di wilayah RW 05. Ruas jalan dengan panjang sekitar 300–350 meter dan lebar 4 meter tersebut diharapkan semakin membuka akses masyarakat menuju Desa Citapen.

Kepala Desa Banjarwangi, Supratno Prasetyo, yang akrab disapa Kang Pras, menyebut pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat.
“Ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat supaya secepatnya terealisasi. Manfaatnya banyak sekali untuk masyarakat, salah satunya untuk kebutuhan pertanian, ekonomi dan pendidikan serta akses penghubung ke Desa Citapen,” ujar Kang Pras.
Keberadaan akses tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas pertanian, ekonomi dan pendidikan.
Bagi pemerintah desa, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu bagian penting dalam membuka akses dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Dayeuh Pajajaran Dipoles Jadi Kampung Desa Wisata
Tidak hanya berkutat pada pembangunan fisik, Pemdes Banjarwangi juga menyiapkan pengembangan Dayeuh Pajajaran sebagai kawasan yang diarahkan menjadi kampung desa wisata.
Konsep pengembangan tersebut dirancang dengan melibatkan masyarakat. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah agar memiliki nilai manfaat sekaligus mendukung kebersihan kawasan.
Masyarakat bersama unsur Pramuka akan dilibatkan dalam kegiatan pemilahan sampah. Material yang memiliki nilai ekonomi akan dipisahkan, termasuk sampah plastik yang direncanakan untuk diolah melalui proses penggilingan.
Kang Pras menilai pendekatan ekonomi dalam pengelolaan sampah dapat menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran masyarakat.
“Kalau sampah tidak ada nilai ekonomi, akhirnya setiap hari dan tahun ke tahun tidak ada perubahan. Mereka hanya berpikir bagaimana sampah itu dibuang,” jelasnya.
Rehabilitasi Kantor Desa hingga Satu Sarjana Desa
Program Bankeu 2026 juga mencakup rehabilitasi kantor desa. Penataan fasilitas pemerintahan tersebut menjadi bagian dari rencana pembangunan Desa Banjarwangi.
Di sektor pendidikan, Pemdes Banjarwangi juga tengah menyiapkan program “Satu Sarjana Desa” yang disebut telah mendapat respons positif dari masyarakat.
Rangkaian program tersebut menunjukkan arah pembangunan Banjarwangi yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi masyarakat, wisata, lingkungan, pendidikan, dan pelayanan pemerintahan.
Dengan dukungan masyarakat serta perencanaan yang telah disosialisasikan, Pemdes Banjarwangi berharap program Bankeu 2026 dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Pembangunan jalan membuka akses, pengembangan Dayeuh Pajajaran membuka peluang, sementara penguatan pendidikan dan pelayanan menjadi bagian dari upaya membangun Banjarwangi secara bertahap dan berkelanjutan.(DM)






