BOGOR, KALIBERNEWS.ID — Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama para juru pelihara serta pengelola situs cagar budaya yang berada di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi tersebut berlangsung di Vivo Mall Bogor, Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (29/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 45 juru pelihara atau pengelola situs cagar budaya di Kabupaten Bogor turut diundang untuk mengikuti rapat koordinasi. Pertemuan ini menjadi salah satu ruang komunikasi antara pemerintah daerah dengan para juru pelihara yang selama ini berada di garis depan dalam menjaga keberadaan situs-situs bersejarah di wilayah masing-masing.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman, serta Ketua Tim Cagar Budaya.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan dan sesi tanya jawab. Dalam sesi tersebut, para juru pelihara diberikan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi, keluhan maupun kendala yang mereka hadapi selama menjalankan tugas di lapangan.
Persoalan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam evaluasi karena para juru pelihara secara langsung mengetahui kondisi situs cagar budaya yang menjadi tanggung jawab mereka. Mulai dari kondisi lingkungan situs, kebutuhan pemeliharaan, koordinasi kepengurusan, hingga berbagai persoalan teknis lainnya menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor menyatakan bahwa berbagai aspirasi dan masukan yang disampaikan para juru pelihara akan ditampung dan dikaji lebih lanjut.
Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah tindak lanjut terhadap pengelolaan dan pemeliharaan situs cagar budaya.
Selain melakukan evaluasi melalui forum koordinasi, pihak Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor juga berencana melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi.
Langkah tersebut diperlukan untuk melihat kondisi situs secara langsung sekaligus memastikan berbagai persoalan yang disampaikan dalam forum dapat ditindaklanjuti berdasarkan kondisi di lapangan.
Juru Pelihara Diminta Aktif Berkoordinasi
Salah seorang perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Obay, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus serta juru pelihara cagar budaya yang telah hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberadaan juru pelihara memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menjaga dan melestarikan situs cagar budaya. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama antara juru pelihara dengan Dinas Kebudayaan perlu terus diperkuat.
“Ke depannya kami meminta kerja sama dari seluruh pengurus cagar budaya untuk memberikan laporan mengenai kepengurusan. Di situ ada hak dan kewajiban selaku juru pelihara,” ujar Obay.
Ia menekankan pentingnya tertib administrasi dan komunikasi antara pengurus situs dengan pihak Dinas Kebudayaan. Dengan adanya laporan dan koordinasi yang berjalan secara rutin, berbagai persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan menjadi bahan penanganan.
Koordinasi tersebut juga dinilai penting untuk memastikan tugas dan tanggung jawab para juru pelihara dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelestarian Cagar Budaya Membutuhkan Kolaborasi
Pelestarian cagar budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pengurus situs, juru pelihara dan masyarakat di sekitar kawasan cagar budaya.
Keberadaan situs bersejarah memiliki nilai penting karena menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan kebudayaan suatu daerah. Karena itu, kondisi situs perlu mendapatkan perhatian agar keberadaannya tetap terjaga dan dapat dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor berharap komunikasi dengan para juru pelihara dapat semakin terbuka. Berbagai persoalan yang sebelumnya mungkin hanya diketahui di tingkat pengelola dapat disampaikan langsung kepada pihak dinas untuk kemudian menjadi bahan evaluasi.
Pertemuan itu juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan koordinasi semata, tetapi dapat dilanjutkan dengan tindak lanjut di lapangan.
Rencana peninjauan langsung ke sejumlah situs menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat mempertemukan informasi yang disampaikan dalam forum dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dengan komunikasi yang berkelanjutan antara Dinas Kebudayaan, pengurus situs, juru pelihara dan masyarakat, upaya menjaga keberadaan serta kelestarian cagar budaya di Kabupaten Bogor diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Rapat koordinasi dan evaluasi tersebut akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat kembali sinergi seluruh pihak dalam menjaga warisan budaya dan sejarah Kabupaten Bogor agar tetap terpelihara serta memiliki manfaat edukatif bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Reporter: Aten BM

