Cegah Penyebaran DBD, Puskesmas Padang Guci Hilir Lakukan Fogging di Desa Ulak Agung, 8 Warga Terindikasi

KAUR, KALIBERNEWS.ID — Dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Padang Guci Hilir melaksanakan kegiatan pengasapan atau fogging di Desa Ulak Agung, Kecamatan Padang Guci Hilir, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada kawasan permukiman warga yang dilaporkan terdapat kasus DBD, beserta lingkungan sekitarnya yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk pembawa virus dengue.


Kepala Puskesmas Padang Guci Hilir, Titi Sumarni, S.Tr.Keb., menyampaikan bahwa pelaksanaan fogging merupakan salah satu bentuk respons cepat pihaknya terhadap laporan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Padang Guci Hilir.
Menurut Titi, selama Oktober 2026, tercatat sebanyak delapan orang terindikasi DBD di wilayah kerja puskesmas tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian pihaknya untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut.
“Dalam kurun waktu bulan Oktober ini saja, sudah tercatat delapan orang yang terindikasi DBD di wilayah kerja Puskesmas Padang Guci Hilir. Oleh karena itu, kami bergerak melaksanakan pengasapan bersama perangkat desa dan masyarakat, sekaligus melakukan penyelidikan epidemiologi,” ungkap Titi Sumarni kepada awak media.
Ia menjelaskan, kegiatan fogging merupakan salah satu langkah untuk menekan populasi nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus dengue. Namun, pengasapan saja tidak cukup untuk memberantas DBD apabila tidak disertai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk.
Karena itu, pihak Puskesmas Padang Guci Hilir mengimbau masyarakat agar tetap aktif melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.
Masyarakat juga diminta rutin memeriksa lingkungan rumah, membersihkan saluran air, serta menghindari genangan air yang dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Kepala Desa Apresiasi Langkah Cepat Puskesmas
Pelaksanaan fogging tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Ulak Agung. Kepala Desa Ulak Agung, Nikeng Putra Jaya, S.Pd.I., M.Pd., mengapresiasi langkah cepat Puskesmas Padang Guci Hilir dalam merespons laporan kasus DBD di wilayahnya.
Menurut Nikeng, upaya penanggulangan DBD membutuhkan kerja sama antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Dukungan serta partisipasi warga dinilai penting agar langkah pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung dan berterima kasih kepada Puskesmas Padang Guci Hilir yang telah melaksanakan fogging di desa kami. Kami juga sudah mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Nikeng Putra Jaya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu menekan risiko penyebaran DBD di Desa Ulak Agung. Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pengasapan, tetapi turut menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Dengan dilaksanakannya fogging dan penyelidikan epidemiologi, diharapkan upaya pengendalian DBD di Desa Ulak Agung dapat berjalan lebih optimal. Meski demikian, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan untuk mencegah munculnya kasus baru.
Warga diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, mual, maupun tanda bahaya lainnya.

Sinergi antara Puskesmas Padang Guci Hilir, Pemerintah Desa Ulak Agung, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pencegahan serta menekan risiko penyebaran DBD, khususnya di Desa Ulak Agung dan wilayah Kecamatan Padang Guci Hilir pada umumnya.

Reporter: Abun HR

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *