KaliberNews.id.Bogor – Tongkat kepemimpinan Polsek Ciawi resmi berganti. Kompol Waluyo, S.H., M.H., dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolsek Ciawi menggantikan AKP Dede Lesmana Jaya, S.H., M.H.
Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan acara kenal pamit yang berlangsung di Camp Hulu Cai, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (23/9/2026).
Memasuki masa tugasnya, Kompol Waluyo langsung menaruh perhatian pada sejumlah persoalan yang dinilai memiliki dampak terhadap keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat. Sedikitnya ada empat isu yang menjadi perhatian awal, yakni peredaran obat-obatan terlarang, minuman keras, aktivitas mata elang (matel), serta kemacetan lalu lintas.
Menurut Kompol Waluyo, karakteristik wilayah Ciawi membutuhkan pola pengamanan yang adaptif. Selain menjadi kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat, Ciawi juga merupakan salah satu jalur penting kawasan Puncak.
Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Peredaran obat-obatan terlarang menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan tugas ke depan. Langkah antisipasi dan penanganan terhadap persoalan tersebut akan menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Ciawi.
Hal serupa juga berlaku terhadap peredaran minuman keras. Kompol Waluyo menekankan pentingnya membangun situasi yang aman dan kondusif melalui sinergi antara kepolisian, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Aktivitas mata elang atau matel juga masuk dalam perhatian Kapolsek Ciawi yang baru. Keberadaan aktivitas tersebut akan menjadi salah satu hal yang dipantau dalam pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.
Kemacetan Jadi Perhatian di Jalur Puncak
Selain persoalan keamanan dan ketertiban, kepadatan lalu lintas menjadi tantangan tersendiri bagi Polsek Ciawi.
Posisi Ciawi sebagai salah satu akses menuju kawasan Puncak membuat arus kendaraan dapat mengalami peningkatan signifikan, khususnya saat akhir pekan dan hari libur.
Menghadapi kondisi tersebut, Kompol Waluyo menyatakan akan mengoptimalkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan.
Estafet Kepemimpinan dari AKP Dede
Sementara itu, AKP Dede Lesmana Jaya mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolsek Ciawi setelah kurang lebih satu tahun memimpin jajaran Polsek Ciawi.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Dede menyampaikan kesan selama menjalankan tugas di wilayah Ciawi, yang menurutnya memiliki karakteristik tersendiri karena menjadi salah satu akses menuju kawasan Puncak.
“Ciawi adalah salah satu pintu gerbang untuk kawasan Puncak. Banyak hal yang berkesan selama saya bertugas di sini,” ujarnya.
Kini, estafet kepemimpinan tersebut diteruskan oleh Kompol Waluyo.
Ajak Masyarakat Bangun Situasi Kondusif
Kompol Waluyo menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.
“Kita membutuhkan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif. Kami akan merangkul masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang ada,” kata Kompol Waluyo.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal awal pendekatan kepemimpinan Kompol Waluyo di Polsek Ciawi, dengan menempatkan sinergi bersama masyarakat sebagai salah satu bagian dari pelaksanaan tugas.
Empat isu yang menjadi perhatian awal—peredaran obat-obatan terlarang, minuman keras, matel, dan kemacetan—selanjutnya akan menjadi bagian dari agenda kerja Polsek Ciawi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Dengan karakteristik Ciawi sebagai wilayah strategis menuju Puncak, pelaksanaan tugas di lapangan akan menjadi kunci dalam menerjemahkan fokus awal tersebut menjadi langkah pelayanan dan pengamanan yang dirasakan masyarakat.






