BOGOR, KALIBERNEWS.ID — Pemerintah Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan desa melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu) Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut diwujudkan melalui pengaspalan jalan menggunakan material hotmix di Kampung Cibarengkok, yang meliputi wilayah RT 018/RW 02 dan RT 007/RW 02.
Pembangunan jalan tersebut memiliki volume pekerjaan sepanjang 590 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 0,03 meter atau 3 sentimeter, dengan total anggaran sebesar Rp363.775.000.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Tanjung Sari, Japar Maulana Sidik, pembangunan infrastruktur ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas akses jalan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas warga sehari-hari. Jalan desa yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial, maupun akses pelayanan publik.
Pengaspalan jalan hotmix tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang lebih nyaman dan mendukung kelancaran distribusi hasil usaha maupun kebutuhan rumah tangga.
Pelaksanaan Swakelola Libatkan Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembangunan jalan tersebut dikerjakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang dipimpin Karlan Suparlan, dengan melibatkan masyarakat setempat.
Pola swakelola diharapkan dapat membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Selain mendukung percepatan pekerjaan, pelibatan warga juga menjadi salah satu upaya mendorong pemberdayaan masyarakat agar manfaat program pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
Melalui keterlibatan masyarakat, pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil fisik berupa jalan yang telah diaspal, tetapi juga pada tumbuhnya rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga serta merawat fasilitas umum yang telah dibangun.
Karena itu, kualitas pekerjaan tetap menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mulai dari kesiapan badan jalan, proses penghamparan material, ketebalan lapisan hotmix, hingga hasil akhir pekerjaan.
Seluruh tahapan tersebut perlu disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku agar hasil pembangunan dapat digunakan secara optimal.
Transparansi Anggaran Menjadi Perhatian
Pemerintah Desa Tanjung Sari menyatakan mengedepankan prinsip keterbukaan dalam pelaksanaan program Bankeu Akselerasi 2026. Transparansi merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan desa, terutama dalam penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan pemerintah.
Dengan nilai anggaran mencapai Rp363.775.000, keterbukaan informasi mengenai volume pekerjaan, besaran anggaran, pelaksana kegiatan, serta hasil pembangunan menjadi hal yang penting untuk diketahui masyarakat.
Keterbukaan tersebut juga dapat memberikan ruang bagi warga untuk ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan, sehingga kegiatan yang dibiayai oleh anggaran pemerintah dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata.
Dalam pelaksanaannya, penggunaan anggaran harus didukung oleh administrasi yang tertib, dokumentasi kegiatan, bukti pertanggungjawaban keuangan, serta kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dan rencana yang telah ditetapkan.
Prinsip akuntabilitas ini diperlukan agar pembangunan infrastruktur desa tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan dari sisi teknis maupun administrasi.
Koordinasi dengan Instansi Terkait
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan, koordinasi dengan pihak terkait, termasuk UPT Jalan, pihak kecamatan, dan dinas terkait, menjadi bagian penting dalam memberikan arahan serta masukan teknis sesuai kewenangan masing-masing.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan berdasarkan petunjuk teknis (juknis), petunjuk pelaksanaan (juklak), serta peraturan yang berlaku.
Selain itu, pengawasan dan evaluasi secara berkala diperlukan untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan, perbaikan perlu dilakukan sesuai ketentuan agar kualitas infrastruktur tetap terjaga.
Diharapkan Berdampak bagi Masyarakat
Pembangunan jalan melalui program Bankeu Akselerasi 2026 di Kampung Cibarengkok menjadi salah satu upaya peningkatan infrastruktur perdesaan di wilayah Kabupaten Bogor.
Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya diukur dari selesainya pengaspalan, tetapi juga dari kualitas jalan, ketahanan hasil pekerjaan, transparansi penggunaan anggaran, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Warga diharapkan turut menjaga fasilitas jalan yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Sementara itu, pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan serta pemeliharaan sesuai kebutuhan.
Dengan pembangunan yang direncanakan secara baik, dilaksanakan sesuai ketentuan, dan diawasi secara terbuka, program Bankeu Akselerasi 2026 diharapkan mampu mendukung peningkatan aksesibilitas serta menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Tanjung Sari.
(Redaksi)






