BOGOR, KALIBERNEWS.ID – Pelaksanaan Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan demokratis. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat keterwakilan masyarakat serta mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Proses pemilihan melibatkan keterwakilan masyarakat dari setiap Rukun Tetangga (RT). Masing-masing wilayah diwakili oleh lima unsur elemen masyarakat, yang mencakup tokoh pemuda, tokoh agama atau ulama, serta tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat aspirasi warga dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.
Pasca-pemilihan, Kepala Desa Pandansari, Rusli Maksum, S.I.P., langsung merencanakan agenda silaturahmi dan rapat internal bersama unsur kelembagaan desa. Kegiatan yang berlangsung di Villa 27, Pandansari, tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus memberikan pembekalan kepada anggota BPD terpilih.
Perkuat Pemahaman Tupoksi dan Tata Kelola Pemerintahan Desa
Dalam agenda tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPD, peran aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, serta pentingnya menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, pembekalan juga mencakup pemahaman mengenai regulasi perpajakan, tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), serta penyusunan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKPDesa), sebagaimana disebutkan dalam agenda kegiatan.
Pembekalan ini diharapkan dapat membantu anggota BPD terpilih memahami tanggung jawab kelembagaan, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberadaan BPD dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan penyelenggaraan pemerintahan desa. Karena itu, komunikasi yang terbuka, koordinasi yang baik, dan pemahaman regulasi menjadi hal penting agar setiap kebijakan pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan aturan yang berlaku.
Rusli Maksum Dorong Sinergi Seluruh Elemen Desa
Dalam keterangannya, Kepala Desa Pandansari, Rusli Maksum, S.I.P., menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara BPD dengan Pemerintah Desa serta seluruh lembaga kemasyarakatan.
Ia berharap anggota BPD yang baru terpilih dapat segera beradaptasi, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan berbagai unsur masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, BPD yang baru terpilih dapat bersinergi secara optimal dengan Pemerintah Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, serta seluruh elemen masyarakat lainnya. Sinergitas ini penting demi mewujudkan Desa Pandansari yang lebih maju, berkembang, mandiri, dan bermartabat,” ujar Rusli Maksum.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh kepala desa maupun perangkat pemerintahan semata, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, lembaga desa, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan wilayahnya.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai program pembangunan diharapkan dapat direncanakan secara lebih matang, dilaksanakan secara bertanggung jawab, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rusli Maksum Sampaikan Rencana Maju ke DPRD Kabupaten Bogor
Di penghujung acara, suasana silaturahmi berlangsung penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Rusli Maksum menyampaikan permohonan doa dan dukungan kepada seluruh pihak yang hadir terkait rencananya untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para peserta yang mengikuti kegiatan silaturahmi dan rapat internal kelembagaan desa. Rencana tersebut menjadi bagian dari langkah pribadi Rusli Maksum setelah menjalani masa pengabdian sebagai Kepala Desa Pandansari selama dua periode.
Rusli menjelaskan bahwa selama dua periode menjabat, visi dan misi yang telah direncanakan menurut keterangannya telah dirampungkan dan dituntaskan. Ia berharap berbagai upaya pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah dilakukan selama masa kepemimpinannya dapat menjadi bagian dari perjalanan pengabdian kepada masyarakat.
Permohonan doa dan dukungan yang disampaikan Rusli sekaligus menjadi momen refleksi atas perjalanan kepemimpinannya di Desa Pandansari. Meski demikian, rencana pencalonan tersebut masih merupakan pernyataan mengenai niat politiknya dan tahapan pencalonannya tetap mengikuti ketentuan serta jadwal resmi yang berlaku.
Sambutan Kasi Pemerintahan Diwarnai Ungkapan Terima Kasih
Suasana haru turut mewarnai sambutan Kasi Pemerintahan Desa Pandansari. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kinerja, pengabdian, serta kebersamaan yang telah terjalin selama Rusli Maksum menjabat sebagai kepala desa selama dua periode.
Ungkapan tersebut mencerminkan eratnya hubungan kerja dan kebersamaan di lingkungan pemerintahan desa selama masa pengabdian yang berlangsung cukup panjang.
Dalam kesempatan itu, Kasi Pemerintahan juga menyampaikan permohonan maaf atas nama seluruh jajaran pengurus dan perangkat Desa Pandansari apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan, kekurangan, maupun hal-hal yang kurang berkenan.
Ia berharap hubungan silaturahmi yang telah terbangun selama ini tetap terjaga, sekalipun nantinya terjadi pergantian kepemimpinan atau perubahan dalam susunan pemerintahan desa.
Permohonan maaf dan ucapan terima kasih tersebut menjadi bagian dari pesan kebersamaan bahwa pengabdian dalam pemerintahan desa tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga menyangkut hubungan antarmanusia, kerja sama, serta tanggung jawab terhadap masyarakat.
Harapan untuk Keberlanjutan Pembangunan Desa Pandansari
Dengan terlaksananya pemilihan anggota BPD dan agenda pembekalan kelembagaan, Desa Pandansari diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sinergi antara BPD, pemerintah desa, LPM, Karang Taruna, serta unsur masyarakat lainnya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan. Terlebih, penyusunan perencanaan desa dan pengelolaan APBDes perlu dilakukan secara cermat, terbuka, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pergantian maupun pembaruan unsur kelembagaan desa juga diharapkan tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan program yang bermanfaat dan mengevaluasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
Bagi masyarakat Desa Pandansari, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata diukur dari selesainya program fisik, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik, keterbukaan pengelolaan anggaran, kesempatan masyarakat menyampaikan aspirasi, serta pemerataan manfaat pembangunan.
Dengan semangat kebersamaan dan komunikasi yang baik, seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat diharapkan dapat terus berjalan beriringan untuk mewujudkan Desa Pandansari yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Reporter: Redaksi






