KAPUAS HULU, KALIBERNEWS.ID – Upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan RI–Malaysia terus dilakukan personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonarmed 13/Nanggala melalui pendekatan persuasif, komunikasi sosial (komsos), serta edukasi hukum kepada masyarakat.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif setelah personel Pos Seriang menerima penyerahan secara sukarela satu pucuk senjata api rakitan jenis Bowman dari seorang warga berinisial S. Penyerahan berlangsung di Dusun Tangit 1, Desa Tajum, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Rabu (21/10/2026).

Penyerahan senjata api rakitan tersebut merupakan hasil pendekatan teritorial yang dilakukan personel Satgas Pamtas kepada masyarakat di wilayah perbatasan. Melalui komunikasi yang baik dan pemberian pemahaman hukum, personel berupaya meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga keamanan serta menghindari kepemilikan barang berbahaya tanpa dasar hukum yang sah.
Berawal dari Komunikasi Sosial dengan Warga
Informasi mengenai keberadaan senjata api rakitan tersebut bermula ketika personel Pos Seriang, Serda Satria dan Praka Eep, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial pada Minggu (18/10/2026).
Dalam kegiatan itu, personel memperoleh informasi mengenai adanya senjata api rakitan yang disimpan di kediaman seorang warga. Menindaklanjuti informasi tersebut, Serka Setiono bersama empat personel Pos Seriang kemudian mendatangi rumah warga berinisial S pada Rabu (21/10/2026).
Kedatangan personel tidak hanya bertujuan menindaklanjuti informasi, tetapi juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada warga mengenai risiko serta konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat kepemilikan senjata api secara tidak sah.
Dengan mengedepankan pendekatan humanis, personel menjelaskan ketentuan hukum terkait kepemilikan senjata api dan bahan peledak, termasuk Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Berdasarkan keterangan dalam laporan kegiatan, senjata tersebut sebelumnya disimpan oleh warga untuk keperluan berburu. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai aspek hukum dan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, warga berinisial S akhirnya bersedia menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan jenis Bowman kepada personel Pos Seriang secara sukarela.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di kawasan perbatasan, sekaligus menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kepercayaan antara aparat keamanan dengan masyarakat.
Dansatgas Apresiasi Sikap Kooperatif Warga
Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., mengapresiasi sikap kooperatif warga yang bersedia menyerahkan senjata api rakitan tersebut.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat, komunikasi yang berkelanjutan, serta kepercayaan warga terhadap personel TNI merupakan unsur penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah perbatasan.
Pendekatan persuasif melalui komunikasi sosial dan edukasi hukum dinilai menjadi salah satu cara untuk mendorong kesadaran masyarakat agar lebih memahami pentingnya menaati peraturan serta berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa pembinaan teritorial tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi mencakup upaya membangun hubungan sosial yang baik, memberikan pemahaman kepada masyarakat, dan mencegah potensi permasalahan keamanan sejak dini.
Satgas Pamtas Terus Perkuat Pembinaan Masyarakat
Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala berkomitmen melanjutkan kegiatan komunikasi sosial secara persuasif di desa-desa binaan. Melalui kegiatan tersebut, personel diharapkan dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai hukum dan keamanan.
Wilayah perbatasan memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Karena itu, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi serta kesediaan untuk bekerja sama dengan aparat diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan berbagai potensi gangguan keamanan.
Penyerahan senjata api rakitan secara sukarela ini menjadi pengingat bahwa pendekatan yang mengedepankan komunikasi, edukasi, dan kepercayaan dapat membuka ruang kerja sama yang positif antara TNI dan masyarakat.
Dengan pembinaan teritorial yang berkelanjutan, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala diharapkan terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung terpeliharanya keamanan di wilayah perbatasan RI–Malaysia.
Sumber: Yonarmed 13/Nanggala 1 Kostrad
Editor: Aten BM






