Krisis Guru Mengancam Madrasah, Pimpinan Ponpes Baitul Muttaqin Desak Bupati Morowali Utara Kembalikan Guru PPPK
Morowali Utara, KALIBERNEWS.ID – Krisis tenaga pendidik yang melanda Pondok Pesantren Madrasah Baitul Muttaqin Tanasumpu, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, kian memprihatinkan. Kondisi tersebut mendorong Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Muttaqin, Nurdin Sa’rah, kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Morowali Utara agar segera mengambil langkah penyelamatan terhadap proses belajar mengajar dengan mengembalikan guru-guru yang telah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut Nurdin, para guru yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai tenaga honorer di Madrasah Baitul Muttaqin kini telah lulus seleksi PPPK, namun setelah resmi diangkat, mereka justru ditempatkan di sekolah maupun instansi lain sehingga madrasah yang selama ini mereka bangun mengalami kekurangan tenaga pendidik.
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di Madrasah Baitul Muttaqin kini berjalan dalam kondisi serba terbatas dan dikhawatirkan berdampak pada kualitas pendidikan para santri.
“Kami memohon kepada Bapak Bupati Morowali Utara agar mengembalikan guru-guru yang selama ini mengabdi di Madrasah Baitul Muttaqin, mereka telah bertahun-tahun mendidik anak-anak kami, tetapi setelah lulus PPPK justru ditempatkan di sekolah dan instansi lain. Kini madrasah kami mengalami kekurangan guru yang sangat serius,” ujar Nurdin Sa’rah kepada KALIBERNEWS.ID, Senin (3/8/2026).
Ia mengaku prihatin karena kondisi tersebut membuat beban pembelajaran semakin berat dan mengancam keberlangsungan proses pendidikan di lingkungan pesantren.
“Kasihan anak-anak didik kami. Bagaimana proses belajar mengajar dapat berjalan maksimal jika tenaga gurunya tidak tersedia? Saat ini kami benar-benar mengalami kekurangan guru,” ungkapnya.
Nurdin berharap Pemerintah Kabupaten Morowali Utara segera melakukan evaluasi terhadap penempatan guru PPPK, khususnya mereka yang sebelumnya telah lama mengabdi di Madrasah Baitul Muttaqin.
Menurutnya, guru-guru tersebut telah memahami karakter peserta didik, budaya madrasah, serta kebutuhan pendidikan di lingkungan pesantren sehingga kehadiran mereka sangat dibutuhkan.
Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan keagamaan harus menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan di daerah, agar para santri tetap memperoleh hak belajar secara optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara belum memberikan keterangan resmi terkait permohonan tersebut.
KALIBERNEWS.ID masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pemerintah daerah guna mendapatkan penjelasan dan tanggapan atas persoalan kekurangan tenaga pendidik di Madrasah Baitul Muttaqin Tanasumpu sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan.
(Redaksi)






